 Blog For Free!
Archives
Home
2006 January
2005 December
2005 October
2005 September
2005 August
2005 July
2005 June
2005 May
2005 April
2005 March
2005 February
2005 January
2004 December
2004 November
2004 October
2004 September
2004 August
2004 July
2004 June
2004 May
2004 April
2004 March
2004 February
2004 January
My Links
-o| mbak estin
-o| sander rino
-o| lukman raif
-o| emil blemoh
-o| ronie ganteng
-o| icha jannah yah
-o| ardin al-sidrapi
-o| ziemash malaysia
-o| dita `tazkia`
-o| mbak amel
-o| adi onggo boyo
-o| dina ponakan
-o| mbak hanum
-o| andhiena
-o| al-akh muhandis
-o| mbak ima
-o| kang idE tea
-o| liya ajah
-o| mas mustoyo
-o| kusnandar thea
-o| A R S
-o| ukht anny
-o| bang @rul shion
-o| mbak arida
-o| n u r
-o| akh achdaf
-o| pandri cool
-o| akh hendra
-o| bang iman
-o| mbak septina
-o| arjit karateka
-o| bang jonru
-o| bang gaw bayu
-o| kang olieds
-o| none elah
-o| arie marsose
-o| riry tri ryu
-o| roel nurul
-o| ukhti aiz
-o| ukhti nana nabila
-o| siti citipoh
-o| dewi shafa
-o| kho yoyo
-o| ukht mfit
-o| kang yudi itb
-o| yenthree
-o| ephays hammas
-o| ummu nida
-o| retno bosnia
-o| vera sunflower
-o| hendrik seso
-o| mas doddy pwk
-o| rara cute
-o| izham johor
-o| teh maya japan
-o| my other blog
tBlog
My Profile
Send tMail
My tFriends
My Images
Sponsored
Blog





|
| Bbrp Psn² Yg Msk ... |
| 04.24.05 (7:28 am) [edit] |
Pa kabar mas Ari, wah ada yg mo ngundang-2 nih buat makan-2 ya? Slamet ya mas Ari, smoga tambah barokah umurnya ... :) -(Wiwit)-
... semoga disisa usiamu, kamu semakin dewasa dalam menapaki hidup ini, dan dimudahkan dalam menggapai cita2 yang belum terwujud, dan makin sholeh yaa, dan... -(Rara)-
traktir traktir traktir....hiks k ariii traktir duuunk...kan hari ini miladnya k ari :(( -(Icha)-
Doaku, smga akang ini didkatkan dgn jdohnya&cpt nikah,dmudahkan rizkinya. Amien! SELAMAT ULANG TAHUN BUAT ARVEN... -(Lily)-
YaRabb, JdknlahTitianUmurShbtkuYg TrcintaPdHariIniDlmKe RidloanMU,IringiHrEsokNya DgKeberkahanMU. JdknlahUkhwah IniSbgPnuaiKcintaanMU. MET MILAD' TtpIstiQmhSlalu -(Dini)-
... ultah ya..hari ini ditunggu lho makan-makannya.. semoga tambah sukes deh wirausahanya..dan cepet nemuin jodohnya he..he.. -(Yanti)-
Met milad rie.. yg ke-30 brp neh? :) -(Ardin)-
met milad ya... semoga tambah dewasa tambah sholeh, cepet dapet istri yang sholehah juga :) jangan lupa ngundang-ngundang :p sehat selalu, tetap istiqomah dijalan dakwah yang panjang ini dan semakin dicintai oleh Allah SWT, amin :) -(Nove)-
Met milad yah kang.. yang kebrp neh? :) -(Vera)-
Hepy bertdey.. gampang rejeki enteng jodo.. jadi anak sholeh, berbakti pada ortu..... hehehe. met ultahnya rie -(K' Ari)-
- Ibu hanya beli kue brownies kukus yg pasti kusuka, tanpa sepatah kata ... -
|
|
|
| |
| Ibu Juga Manusia |
| 04.23.05 (6:20 am) [edit] |
Ibu, suatu panggilan yang begitu agung. Tetapi tidak untuk ibuku. Aku memanggilnya mama, walaupun beliau kerapkali menyuruhku memanggil dengan sebutan ibu.
Bila banyak orang mengira sosok seorang ibu adalah sosok yang "wah", tetapi tidak dengan mama. Dia adalah teman, sahabat dan seorang manusia biasa. Setidaknya itu menurutku, seorang anak lelaki bungsunya. Sedari aku kecil, kami seringkali bepergian berdua saja. Jika mama belanja ke supermarket atau pasar, maka aku yang mengikutinya dari belakang. Pergi makan atau sekedar minum di pujasera tuk melepas lelah, tentunya aku ada pula disana. Bahkan beberapa kali dia mengajakku nonton bioskop ketika aku masih kecil. Demikianlah dia, sejak kematian ayahku dan kemudian kehilangan kakak pertamaku, membuat kami seringkali menghabiskan waktu bersama.
Lalu mengapa aku memanggilnya teman? karena tak jarang ia mengajakku tuk bertukar pikiran tentang keadaan keluarga. Membujukku tuk mengerti dan mengalah atas kondisi yang mengharuskan mama lebih mementingkan kakak-kakakku. Aku kecil hanya menurut saja, bisa apa aku? Bahkan tuk uang masuk SMP dan SMA pun memakai uang tabunganku sendiri. Padahal tidak untuk saudara-saudaraku, mereka dibiayai penuh oelh mama. Terkadang terlintas di benakku kalau mama tidak adil pada anak bungsunya ini. Mengapa seringkali aku yang disuruh mengalah? Mengapa tidak kakak-kakakku saja? Mengapa?!. Beberapa kali aku protes padanya tentang perlakuan ini, tetapi selalu saja dia bilang kalau aku kan bisa lebih mengerti keadaan, sedangkan kakak-kakakku tidak.
Dan sekarang, tak jarang ia mengadukan dan berkeluh kesah tentang keadaan keluarga, perlakuan beberapa orang, kondisi ekonomi dan lain-lain. Sering dia mengajakku mengobrol atau sekedar berbincang tentang hal-hal yang tak penting. Hingga akhirnya aku pun menjadi terbiasa bersenda gurau dengannya, berusaha menghibur, mencoba membuatnya tersenyum dan tertawa.
Beberapa lama berselang dan aku menjadi lebih dewasa tuk memahami. Akhirnya rasa hormatku tumbuh padanya. Karena kemudian aku tahu, bahwa dengan berbincang padaku, meminta pengertian pada ku adalah sesungguhnya itulah kepercayaannya padaku. Tiba-tiba, ingatan-ingatan tentangnya yang selama ini terlupa, kembali berkelabatan di kepala. Makan bersama, selalu dia menyisihkan lauk yang paling enak untukku. Atau disaat lain, selalu mendengarkan keluhku akan banyak hal dan berusaha menjadi pendengar yang baik, padahal belum tentu mama mengerti.
Suatu malam, aku - seperti biasa - masuk ke ruang kamarnya, untuk ikut sholat. Ternyata mama sedang tidur pulas. Tak sengaja mataku tertumpu pada wajahnya yang telah menua, tampak garis-garis di wajahnya menunjukkan waktu yang dilalui, memperlihatkan beratnya fragmen-fragmen kehidupan yang telah ia alami. Telah seperempat abad ini dia menemaniku, membiayaiku, mengurusku tanpa seorang suami disisi nya. Ah mama.. andai ku bisa merasakan beban beratmu itu selama ini.. andai aku bisa mengambilnya agar menjadi ringan.. Tapi aku tak bisa. Banyak sekali aku menuntut kesempurnaan darimu, terlalu banyak bahkan. Padahal engkau juga manusia, punya rasa punya hati, jangan samakan dengan ibu peri.
Malam kemarin wajah mama terlihat cerah. Kakakku membawa sate meranggi untuk hari yang spesial itu, kakakku yang lain juga membawa oleh-oleh makanan. Mulut kami tak bisa dan tak terbiasa tuk berkata-kata manis, walaupun hanya sekedar ucapan selamat hari lahir. Tapi mama tahu kalau itu bentuk perhatian kami padanya. Kami masih mengingatnya di hati.
Met ulang tahun Ma, mungkin kau tak seagung Kartini yang bertanggal lahir sama denganmu. Tapi bagi ku, kau lah sesungguhnya Kartini yang agung itu.
Ma, aku memanggilmu begitu karena terasa dekat dan indah dihati. Met ulang tahun Ma ...!
|
|
|
| |
| Menunggu-kah ? |
| 04.10.05 (7:36 am) [edit] |
|

Kemilau air danau menceritakan mentari yg mulai rebah di barat Tiada nyanyian burung senja kini, entah kemana perginya mereka Hanya sesekali terlihat angin menerbangkan daun, satu-satu
Kau berkisah, bahwa diujung sana ada asa yg tak terpetakan Bahkan, kau tak tahu - atau tak ingin tahu ? - seperti apa jadi nya Terlalu takut, katamu. Yah, terserahlah, itu kan punya mu... Disini, ku hanya menyemai tanaman rindang untuk kau singgahi
Sengaja kau mainkan riak air dengan ujung jari kakimu Aku menjadi seperti itu jika kau tahu, tapi tak mengapa Bukankah tak ada kepastian? itu katamu Ku anggukkan kepala, mengiyakan Karena aku pun tak tahu, bagaimana ini akhirnya
Kini hanya tinggal semburat merah di kaki langit Satu daun hinggap di lenganmu
"Ini...!", kau berikan daun itu "Untuk apa?" "Temui aku di pelabuhan cakrawala..." "Jadi ... ?!", mataku menyelidik Kau mengkatupkan bibir, diam. Pelabuhan itu memang tak ada Belum ada ...
tak apa kan jika ku berusaha membuat cakrawala itu ? dan biarkan yang terjadi, terjadilah ...
|
|
|
| |
|
|