 Blog For Free!
Archives
Home
2006 January
2005 December
2005 October
2005 September
2005 August
2005 July
2005 June
2005 May
2005 April
2005 March
2005 February
2005 January
2004 December
2004 November
2004 October
2004 September
2004 August
2004 July
2004 June
2004 May
2004 April
2004 March
2004 February
2004 January
My Links
-o| mbak estin
-o| sander rino
-o| lukman raif
-o| emil blemoh
-o| ronie ganteng
-o| icha jannah yah
-o| ardin al-sidrapi
-o| ziemash malaysia
-o| dita `tazkia`
-o| mbak amel
-o| adi onggo boyo
-o| dina ponakan
-o| mbak hanum
-o| andhiena
-o| al-akh muhandis
-o| mbak ima
-o| kang idE tea
-o| liya ajah
-o| mas mustoyo
-o| kusnandar thea
-o| A R S
-o| ukht anny
-o| bang @rul shion
-o| mbak arida
-o| n u r
-o| akh achdaf
-o| pandri cool
-o| akh hendra
-o| bang iman
-o| mbak septina
-o| arjit karateka
-o| bang jonru
-o| bang gaw bayu
-o| kang olieds
-o| none elah
-o| arie marsose
-o| riry tri ryu
-o| roel nurul
-o| ukhti aiz
-o| ukhti nana nabila
-o| siti citipoh
-o| dewi shafa
-o| kho yoyo
-o| ukht mfit
-o| kang yudi itb
-o| yenthree
-o| ephays hammas
-o| ummu nida
-o| retno bosnia
-o| vera sunflower
-o| hendrik seso
-o| mas doddy pwk
-o| rara cute
-o| izham johor
-o| teh maya japan
-o| my other blog
tBlog
My Profile
Send tMail
My tFriends
My Images
Sponsored
Blog





|
| .: istikharahku :. |
| 08.28.05 (5:39 am) [edit] |
Tuhanku.. Helai rambutku mulai memutih, usiaku hampir 3 dasawarsa Jangan Engkau biarkan aku hidup sendiri lalu mati terhinakan Jangan Engkau cabut ruhku sebelum agamaku genap, sempurna Jangan Engkau permalukan aku ketika menghadapmu hanya dengan setengah jiwa.
Tuhanku.. Engkau Maha Kuasa, sedang aku lemah, tanpa daya Engkau Maha Mengetahui, sedang aku bodoh dan hina Sungguh, disisi-Mu keagungan kuasa dan semesta rahasia.
Jika Engkau mengetahui, andai aku hidup bersama hamba-Mu itu akan dalam kebaikan, Di kehidupanku, baik untuk masa depan akhiratku, dan mendekatkanku pada kecintaan-Mu Maka takdirkanlah ya Allah,.. mohon, mudahkanlah jalannya dan berkahilah kami didalamnya.
Tetapi jika Engkau mengetahui, andai ini akan buruk diakhirnya Untuk duniaku nanti dan kehidupan akhiratku, bahkan menjauhkanku dari-Mu Maka jauhkanlah aku darinya, jauhkanlah dia dariku Dan berilah kami pengganti yang lebih baik serta berkahilah kami Anugerahkan kami kerelaan di hati, dimanapun jua.
Tuhanku.. Hamba mohon.. Engkau mengetahui selisik hati, Engkau mengetahui semua argumen yang tersembunyi Mohon.. genapkan hati sebelum Ramadhan ini.
Sungguh tak layak hamba meminta Hanya karena Rahman dan Rahiem-Mu lah..
Tuhanku.. Hamba mohon, Ampunkan aku..
|
|
|
| |
| Blog Yang Menjadi Nisan |
| 08.21.05 (2:33 am) [edit] |
Pernah klik blog rizaljundy.blogspot.com?? atau yang terbaru di blog natashaanya.com?! Bila belum, maka saya sarankan, kunjungilah! Mengapa? apakah kedua blog itu menarik? hmm, bagi saya pribadi kurang begitu. Lalu karena apa saya menyarankan tuk membukanya? Karena pemilik kedua blog itu telah meninggal!
Mungkin ada yang menganggap saya kurang kerjaan, buat apa mengunjungi blog yang orangnya sudah meninggal? Tetapi justru ini hal yang menarik. Mengapa? Dengan mengunjungi blog-blog tersebut saya banyak menemukan serpihan-serpihan kehidupan seseorang yang dulunya (pernah) ada dan hadir di dunia. Hal-hal apa saja yang telah ia lakukan dan lalu ia tinggalkan. Apa hobinya, bagaimana kuliahnya, apa makanan kesukaannya, seperti apa teman-temannya memandang dia, dan lainnya. Saya bisa merasakan konflik emosi yang dulu pernah dia alami. Emosi yang juga sering saya alami.
Dan akhirnya, hobi dan semua hal yang ia senangi, lembaran-lembaran diary yang ia tulis, menjadi sia-sia tak berarti. Karena kemudian ia tinggalkan.
Mengunjungi blog peninggalan seseorang yang sudah tiada memang memberikan nuansa lain. Mata saya seringkali memerah, lalu merembeskan air dibawah pelupuknya. Ah,.. bagaimana nanti jika orang mengunjungi blog saya ini, dan pemiliknya sudah tak ada lagi? apa yang akan mereka isi di shoutbox-nya? Apakah saya sudah cukup bermanfaat dikehidupan saya? berarti bagi keluarga, teman dan sahabat-sahabat saya? sehingga bisa dengan tenang meninggalkan semua hal ini (?) Apakah Tuhan akan tersenyum menyambut ruh saya?
(maaf jika ada salah kata, celotehan ini hanya sekedar tuk refleksi diri.. )
|
|
|
| |
|
|