 Blog For Free!
Archives
Home
2006 January
2005 December
2005 October
2005 September
2005 August
2005 July
2005 June
2005 May
2005 April
2005 March
2005 February
2005 January
2004 December
2004 November
2004 October
2004 September
2004 August
2004 July
2004 June
2004 May
2004 April
2004 March
2004 February
2004 January
My Links
-o| mbak estin
-o| sander rino
-o| lukman raif
-o| emil blemoh
-o| ronie ganteng
-o| icha jannah yah
-o| ardin al-sidrapi
-o| ziemash malaysia
-o| dita `tazkia`
-o| mbak amel
-o| adi onggo boyo
-o| dina ponakan
-o| mbak hanum
-o| andhiena
-o| al-akh muhandis
-o| mbak ima
-o| kang idE tea
-o| liya ajah
-o| mas mustoyo
-o| kusnandar thea
-o| A R S
-o| ukht anny
-o| bang @rul shion
-o| mbak arida
-o| n u r
-o| akh achdaf
-o| pandri cool
-o| akh hendra
-o| bang iman
-o| mbak septina
-o| arjit karateka
-o| bang jonru
-o| bang gaw bayu
-o| kang olieds
-o| none elah
-o| arie marsose
-o| riry tri ryu
-o| roel nurul
-o| ukhti aiz
-o| ukhti nana nabila
-o| siti citipoh
-o| dewi shafa
-o| kho yoyo
-o| ukht mfit
-o| kang yudi itb
-o| yenthree
-o| ephays hammas
-o| ummu nida
-o| retno bosnia
-o| vera sunflower
-o| hendrik seso
-o| mas doddy pwk
-o| rara cute
-o| izham johor
-o| teh maya japan
-o| my other blog
tBlog
My Profile
Send tMail
My tFriends
My Images
Sponsored
Blog





|
| Cerita Perpisahan 'Tuk Bude |
| 05.16.05 (8:43 am) [edit] |
Pagi itu, bude mengenakan kembali selang oksigen di hidung. Aku hanya melihatnya dengan perasaan berkecamuk. Bude mulai sakit lagi. "Kamu udah makan Rie ?" ujar bude. Aku terkejut, "Sudah ... " jawabku. Dengan keadaan sakit seperti itu, masih saja dia memperhatikanku. Dari aku lahir memang bude tak jauh dariku disamping ibu. Dia juga yang dulu sering menyuapi ketika ku kecil, membuatkan wedhang jahe dan memijitiku kalau aku demam. Bahkan hingga usianya setua ini, seringkali jemarinya yang lemah memijiti punggungku kalau aku sedang sakit. Aku merasakannya hanya usapan di punggung saja, tapi usapan itu sampai ke hati. Bagi ku, dia ibu yang ke-2.
Tak jarang wajahnya tersenyum cerah ketika ku pulang dengan badan kelelahan. Atau terkadang dia mengeluhkan sesuatu hanya kepadaku, bangga aku dipercayanya tuk sekedar meringankan apa yang ada di benaknya. Dilain hari dia sering mencandaiku dengan berkata kalau keponakannya ini mirip bintang sinetron. Hahaha.. ada-ada saja. Tapi kini bude mulai sakit-sakitan lagi hingga akhirnya terpaksa diangkut ke rumah sakit. Seminggu aku temani malam-malamnya di ruangan kelas 2 rumah sakit itu. Selalu saja dia tak bisa tidur. Hingga malam itu dia melihatku kelelahan menungguinya, mataku merah karena kurang tidur. Kepalaku kerapkali menunduk tertidur. Bude menyuruhku tidur saja disamping nya. Aku tak mau, dia menyuruhku lagi, aku tak mau. Hingga beberapa kali. "Bedegong..!" hardiknya, aku cemberut, lalu dia tertawa. Aku bilang, "Bude juga bedegong ...".
Kini bude sudah dirumah, kondisinya cukup kuat untuk dirawat dirumah saja. Sering aku menjenguk ke kamarnya, mengajak ngobrol. Atau jika aku lewat ke depan kamar itu, selalu aku menolehkan muka ke pintu kamar yang terbuka, untuk sekedar melihatnya dan memastikan keadaannya. Tetapi kemudian sesuatu terjadi lagi, dia terjatuh dan kepalanya bocor. Beberapa jahitan menghiasi kepala tua itu. Miris aku melihatnya. Dua kali bude jatuh, itu karena dia ingin berjalan ke kamar mandi, padahal kami selalu mengingatinya agar tak beranjak dari pembaringan kecuali memanggil kami dulu tuk membantunya. Begitulah dia, selalu saja tak mau dibantu dan selalu merasa kuat untuk melakukan sesuatu.
Akhir-akhir ini kesehatannya menurun. Sering kata-katanya tak kami mengerti. Pernah sekali dia mengangkat tangan kirinya ke arah ku ketika aku menemuinya di kamar, lalu tawanya menyeruak, membuatku tersenyum. Tapi kami masih tak mengerti apa yang dikatakannya. Kami hanya bisa membacakan surah Yasin untuknya, atau membimbingnya tuk mengucapkan lafazh Allah.
Pagi itu, Ahad 15 Mei 2005, aku harus pergi lagi tuk magang di salah satu sekolah di pinggiran kota. Sudah beberapa hari ini aku hanya melihat bude sebentar, lalu pergi lagi tuk berbagai urusan. Aku yakin masih banyak waktu yang kan tersisa untukku mengajaknya berbicara lagi nanti. Tetapi sekarang aku harus pergi dulu. Ku longokkan kepala di pintu kamarnya, tetapi dia sedang tidur. Ah.. tak jadi aku pamit. Sore nanti pun aku pasti menemuinya lagi. Tumben, pagi ini hujan turun. Motorku terpaksa berhenti sejenak di pinggir jalan. Tiba di sekolah tempat magang. Baru sekitar satu jam sampai, tiba-tiba HP ku bergetar. Telpon dari rumah, suara ibu diujung sana. "Rie.. bude sudah nggak ada.. ".
Hampir satu jam perjalanan motorku tuk segera tiba di rumah. Sudah ku lupa kantong berat dan jaket yang kukenakan. Kaki ku tak bisa lagi tegap berdiri, berlutut ku didepan pembaringannya. Wajah bude tersenyum tetapi diam, matanya terpejam, seperti tidur saja. Kupanggil pelan tapi bude tak bereaksi. "Dee ... ", hanya diamnya yang kudapatkan. Berkali-kali tanpa sadar aku memangil-manggilnya. Ingin sekali aku bicara dengannya lagi, sekali lagi saja, hanya sekali lagi.. Tak dapat lagi kubendung air mata, biarkan aku menangis untukmu.. biarkan rasa sesalku dan permohonan maafku menjadi tangisan.. biarkan terima kasih dan rasa kehilanganku meledak saat itu.. biarkan.. Jangan kalian larang aku untuk menangis! Dan biarkan suara parau ini lamat-lamat membacakan surat Yasin terakhir untuk kepergianmu.. untuk tanda perpisahan ini..
Hari telah siang ketika langit masih saja mendung, tetapi tak lagi hujan. Aku ikut memeluknya di dada dan membaringkannya di liang lahat. Memiringkannya ke arah kiblat dan membiarkannya mencium tanah itu. Kupintakan pada Tuhan agar Dia, yang Paling Pengasih diantara yang pengasih, menyayangimu disana, memberikan tempat yang jauh lebih indah, keluarga yang jauh lebih baik dan pasangan yang jauh lebih membahagiakan. Kutitipkan pada Mu Ya Allah,.. dia milik Mu jua, mohon ku, sayangi dia..
Sore ini ku lewati lagi kamar bude. Kepalaku selalu saja ingin menoleh ke pintu kamarnya yang terbuka. Tapi tak kutemukan lagi dia disana, hanya kasur yang rapi dan lipatan selimut yang ada. Ada tempat yang hampa di hatiku. Terkadang ku masih berharap, ketika ku tolehkan wajahku, kau masih ada disana.
------------------------- ------------------------ Bude (jawa) : kakak perempuan ibu Bedegong (sunda): keras kepala.
|
|
|
| |
posted by: kabayan (reply)
post date: 05.16.05 (5:26 pm)
Kullu nafsin dza iqotul mauut.
Turut berduka cita. Semoga mendapat maghfiroh dari Allah Swt. Amiin...
posted by: iman (reply)
post date: 05.16.05 (5:39 pm)
inalillahi wa inailahi roji'un. Semoga ponakannya menjadi anak yang soleh yang dapat dibanggakan budenya di depan Allah SWT kelak
posted by: iman (reply)
post date: 05.16.05 (5:40 pm)
inalillahi wa inailahi roji'un. Semoga ponakannya menjadi anak yang soleh yang dapat dibanggakan budenya di depan Allah SWT kelak
posted by: doddy (reply)
post date: 05.17.05 (4:20 am)
Turut berduka cita atas wafatnya bude dari mas ari. Semoga amal ibadahnya selama di dunia diterima disisi-Nya. Dan yang ditinggalkan semoga diberi ketabahan dan kesabaran. Amien.
posted by: umu nida (reply)
post date: 05.17.05 (3:56 pm)
innalillahi wa inna ilaihi rooji'uun jadi status di YM kean ternyata doa dari kean ya? afwan ummi kira itu doa faiz atau anak2 seumur faiz...
Semoga bude dilapangkan kuburnya yaa, amiiin
posted by: rela (reply)
post date: 05.18.05 (6:49 pm)
innalillahi wa inna ilaihi rajiun..semoga diberi kelapangan dan kemudahan untuk yang ditinggalkan, dan untuk bude, diberi tempat yang tyerbaik
posted by: mPit (reply)
post date: 05.18.05 (9:22 pm)
Inna lillahi wa'inna ilaihi Raji'uun
Ikut belasungkawa ya Pak Arie...
Insya Alloh hubungan Pak Erie n Bude nggak akan putus dengan slalu mdo'akannya..mdh2an diterima Amal Ibadahnya...
posted by: oyo (reply)
post date: 05.18.05 (10:06 pm)
innalillahi wa inna ilaihi roji'un af1 mas baru sempet mampir, ternyata saya bukan saya bukan saudara yg perhatian yach, smoga amal budemu diterima disisi 4JJI, diampuni segala dosanya...amiin
posted by: ct (reply)
post date: 05.19.05 (11:02 pm)
Innalillahi wainnailaihi roji'un..
Smoga Allah berkenan mengampuni budhe..
Smoga doa Pak arie bisa membantunya di akhirat.. aminnn
posted by: cute (reply)
post date: 06.01.05 (3:46 am)
maaf rie ra baru nengok blog ari.. ra turut sedih ya rie..
|
|